Bab 45. Persaingan curang

1535 Words

Bab 45 Pagi itu, udara desa masih terasa sejuk. Embun belum sepenuhnya mengering di ujung daun pisang yang tumbuh di belakang rumah Winona. Dari dapur yang luas dan kini tampak sibuk seperti pabrik kecil, terdengar suara ibu-ibu yang bekerja sambil tertawa kecil, menimbang, menggoreng, dan membungkus keripik. Usaha Winona kini semakin besar, pesanan datang tak hanya dari kota sebelah, tetapi juga dari berbagai daerah di Indonesia. Namun, di tengah kesibukan itu, datang kabar yang sedikit mengusik hati. Radit datang tergesa-gesa sambil membawa ponsel di tangannya. Wajahnya tampak kesal. "Mbak Winona!" panggilnya agak keras dari depan rumah. "Aku baru pulang dari pasar kecamatan. Mbak tahu tidak? Mbak Nina itu jual snack-nya dengan harga di bawah pasaran." Winona yang sedang menulis da

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD