Bab 65. Keributan

1293 Words

Suara pintu besar ruang baca bergema keras ketika Ratna menutupnya dengan hentakan. Wajahnya memerah, napasnya memburu karena menahan amarah. Di depannya, Adrian duduk di kursi kayu berlapis kulit, masih memandangi lembar salinan surat wasiat ayahnya yang kini resmi disahkan oleh notaris. "Mas!" seru Ratna lantang. "Kamu itu benar-benar tidak punya harga diri, ya? Papa memberikan semuanya ke Winona, dan kamu diam saja?" Adrian menghela napas panjang, masih mencoba tenang. "Ratna, aku sudah bilang dari tadi. Wasiat Papa sudah sah. Aku tidak bisa mengubah keputusan Papa yang sudah terikat dengan hukum. Jadi, terima saja. Lagi pula tanpa warisan dari papa, kamu dan Mischa masih bisa hidup tenang," balas Pak Adrian, tetap terlihat tenang. Tidak terpengaruh sama sekali oleh kata-kata istr

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD