Bab 16. Berbagi Beban

1440 Words

Pagi itu, langit tampak cerah dengan warna biru muda yang bersih. Udara desa membawa aroma wangi dedaunan basah sisa embun. Dari kejauhan terdengar suara ayam dan riuh anak-anak berangkat sekolah. Namun, di antara suara kehidupan pagi itu, di ujung gang dekat rumah keluarga Abimanyu, terdengar bisik-bisik dua perempuan paruh baya yang duduk di bangku bambu depan rumah Bu Jumi. "Menantunya Bu Lastri yang dari kota itu manja sekali. Sudah tidak bisa memasak, bersih-bersih rumah, eh, sering sakit-sakitan," ujar Bu Jumi, sambil menyiangi sayur kangkung. Bu Asih mengangguk, bibirnya tersenyum miring. "Iya, kemarin aku dengar dia berantem sama si Rara. Katanya cuma gara-gara baju basah saja bisa ribut. Orang kota itu memang tidak akan tahan hidup di desa, boro-boro cuci baju orang lain, cuc

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD