Pagi itu, langit tampak cerah dengan warna biru muda yang bersih. Udara desa membawa aroma wangi dedaunan basah sisa embun. Dari kejauhan terdengar suara ayam dan riuh anak-anak berangkat sekolah. Namun, di antara suara kehidupan pagi itu, di ujung gang dekat rumah keluarga Abimanyu, terdengar bisik-bisik dua perempuan paruh baya yang duduk di bangku bambu depan rumah Bu Jumi. "Menantunya Bu Lastri yang dari kota itu manja sekali. Sudah tidak bisa memasak, bersih-bersih rumah, eh, sering sakit-sakitan," ujar Bu Jumi, sambil menyiangi sayur kangkung. Bu Asih mengangguk, bibirnya tersenyum miring. "Iya, kemarin aku dengar dia berantem sama si Rara. Katanya cuma gara-gara baju basah saja bisa ribut. Orang kota itu memang tidak akan tahan hidup di desa, boro-boro cuci baju orang lain, cuc

