27 Udara terasa berbeda di halaman rumah Bu Lastri. Setelah hujan deras semalam, aroma tanah basah masih terasa kuat. Embun menggantung di pucuk daun mangga di halaman depan rumah, dan suara ayam berkokok memecah keheningan. Winona sedang menyapu halaman depan rumah sebelum nanti ia akan disibukkan dengan packing Snack ke dalam dus yang sudah dipesan oleh partai besar. Antika, anak perempuan Bu Neneng yang sering bermain di rumah itu, datang bersama dua temannya. Ini adalah hari libur. Tidak salah jika pagi-pagi mereka sudah berkumpul. Mereka tampak berbisik-bisik sebelum akhirnya mendekati Winona dengan wajah ragu. "Mbak Winona," panggil Antika pelan. Winona tersenyum ramah. "Kenapa, Tik? Tumben pagi-pagi sudah datang. Mau belajar dari pagi?" tanyanya, menatap Antika dan dua or

