Bab 28. Suami Perhatian

1100 Words

28 Pagi di desa itu terasa sejuk dan tenang. Udara masih segar, embun menempel di daun pisang, dan suara ayam jantan saling bersahutan. Namun, di rumah kecil milik Abimanyu, suasananya agak berbeda. Winona sedang berbaring di atas kasur dengan wajah pucat. Tangannya memegang perut, sesekali meringis kecil. Abimanyu, yang baru saja selesai memberi makan ayam di halaman, segera masuk ke kamar ketika mendengar istrinya mengeluh pelan. "Kenapa, Nona? Masuk angin, ya?" tanya Abimanyu cemas, sambil duduk di tepi kasur. Winona menggeleng lemah. "Tidak, Mas. Aku lagi datang bulan. Perutnya nyeri sekali." "Oh." Abimanyu mengangguk cepat, seolah baru paham. Ia lalu berdiri dan tampak sedikit kikuk. "Kamu sudah minum obat? Apa mau aku pijat?" Winona tersenyum tipis meski wajahnya masih merin

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD