*** Suasana berubah begitu mobil hitam itu memasuki kawasan markas Black Tiger. Iring-iringan mobil pengawal melambat, lalu berhenti di pelataran khusus yang memang hanya diperuntukkan bagi para petinggi organisasi. Begitu pintu mobil terbuka, Oscar segera turun dan dengan sigap menuntun istrinya. Tangan kuatnya menggenggam jemari lentik Beverlyn, membawanya masuk melewati barisan pengawal yang berdiri tegak tanpa suara. Tidak ada sapaan, juga tidak ada tatapan ramah, hanya hawa dingin penuh wibawa yang mengawal setiap langkah mereka. Di dalam, cahaya lampu temaram menyambut. Namun sebelum sempat mereka sampai ke ruangan inti, Beverlyn tiba-tiba merapatkan tubuhnya ke suaminya. Ia meraih lengan Oscar erat-erat, yang langsung dipeluknya mesra, seolah-olah hubungan mereka tak dilanda ker

