*** Suasana di Silver Hollow Place pagi itu terasa menyesakkan. Namun, apa yang terjadi di markas Black Tiger justru jauh lebih menegangkan. Sejak pagi buta, Morgan bersama putranya, Lucas, sudah tiba di sana, menunggu sang pemimpin Black Tiger. Mereka memang telah sepakat tempo hari untuk bertemu hari ini tepat pukul delapan. Sayangnya, yang terjadi justru sebaliknya. Jarum jam sudah hampir menyentuh angka sepuluh, tetapi sosok yang ditunggu belum juga menampakkan diri. Hal itu membuat Morgan kian gelisah. Pria tua itu berulang kali ditenangkan oleh Lucas, tetapi usahanya terasa sia-sia. Hati Morgan dipenuhi perasaan campur aduk antara marah dan cemas. Ia kesal karena berulang kali mencoba menghubungi cucunya, Oscar, namun tak satupun panggilan telepon yang diangkat. Kekesalan itu lamb

