Bab 95: Pelukan Tanpa Kata Maaf

2086 Words

*** Pagi itu Oscar sama sekali tidak menyentuh sarapannya. Perut yang semula kosong tiba-tiba terasa penuh, bahkan tenggorokannya serasa serat hanya dengan membayangkan menelan makanan. Semua itu akibat perubahan sikap istrinya. Beverlyn memang masih berbicara dengan intonasi lembut— atau mungkin karena memang begitulah caranya berbicara yang tidak pernah keras. Namun bagi Oscar, semua itu tidak cukup untuk menenangkan hati. Ada sesuatu yang hilang pagi ini. Ia tidak mendapat satupun sentuhan kecil yang biasa diberikan istrinya. Bahkan panggilan “sayang” yang nyaris setiap hari terdengar, pagi itu sama sekali tidak ia dengar. Beverlyn hanya menyebut namanya, dan itu terasa berbeda sekali. Wajah Oscar tampak gusar, sulit sekali berpikir jernih di tengah suasana yang menyesakkan itu. Hi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD