*** “Halo, Nyonya Brianna.” Seorang pelayan senior berdiri tak jauh dari dapur, yang sebuah ponsel menempel di telinga kanannya. Suaranya terdengar hati-hati saat ia berbicara dengan nyonya besar keluarga Kingston. “Bagaimana keadaan di sana? Apakah semuanya baik-baik saja?” Nada suara Brianna terdengar berbeda kali ini. Ada sesuatu yang berbeda— semacam kekhawatiran, tapi cukup jelas bagi si pelayan yang mendengarnya. Sesaat sang pelayan terdiam, sempat melirik ke arah rekan-rekannya yang juga terlihat pucat. Lalu, dengan suara yang dipaksakan agar terdengar meyakinkan, ia menjawab, “Aman, Nyonya. Semuanya aman.” Kebohongan itu terpaksa ia lontarkan. Ia tahu, berkata jujur sama saja dengan menggali liang kubur sendiri. Apa yang menimpa salah satu rekannya hari ini cukup menjadi pelaj

