Bab 93: Tidak Sekuat yang Dibayangkan

2488 Words

*** Oscar menyapu seluruh bingkai foto di sekelilingnya dengan sorot mata yang begitu tajam. Pandangannya kasar sekali, seolah ingin menembus setiap potret yang terpajang rapi di dinding. d**a bidang naik turun, hembusan napasnya terdengar berat, kasar, yang menandakan betapa tidak tenangnya isi hati saat itu. Wajah tampannya kini terlihat begitu gusar. Kepalanya terangkat, menengadah ke langit-langit, sementara kedua matanya terpejam rapat. Dalam hati ia bergumam lirih, penuh sesal. ‘Kenapa dia harus melihat semua ini?’ Sesal itu menghantam begitu kuat. Ia menyesali kelalaiannya— terlambat menahan langkah istrinya agar tidak memasuki ruangan ini. Menyesal karena gagal menjaga tempat yang seharusnya tetap tersembunyi dari pandangan Beverlyn. Semua ini salahnya. Bayangan wajah istrinya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD