*** Beverlyn langsung saja menggigit bibir bawahnya dengan tatapannya tak bisa lepas dari keperkasaan suaminya yang berdiri kokoh di hadapannya itu. Dengan suara pelan yang nyaris bergetar, ia menjawab, “Umh … aku suka. So big…” Oscar terkekeh kecil, lalu jemarinya menggenggam batang perkasa itu sambil mengurut perlahan dari pangkal hingga ke ujung seolah sedang mempersiapkannya dengan matang. Tatapannya tak berpaling dari istrinya. “Bukankah kau suka dengan yang besar ini?” tanyanya dengan nada nakal tanpa dibuat-buat. Beverlyn menelan ludah, lengkap dengan wajahnya memerah. “Ya…” jawabnya singkat. “Ya apa?” Oscar menuntut penjelasan lebih dengan sorot matanya makin dalam. Beverlyn terengah, lalu akhirnya mengaku lirih, “Aku suka…” Bibirnya kembali bergetar yang tubuhnya seperti keh

