*** Oscar perlahan menggeser tubuhnya dari atas punggung Beverlyn yang masih tengkurap di sofa. Gerakannya tenang, seperti hendak menutup permainan panjang mereka dengan kelembutan. Keperkasaannya ia tarik perlahan keluar dari tubuh istrinya, dan seiring itu, sebuah rintihan samar lolos dari bibir Beverlyn. Rintihan yang entah lahir dari sisa kenikmatan yang belum reda, atau dari perih tipis yang mulai terasa di bagian sensitifnya setelah begitu lama diperlakukan keras. Oscar sempat melirik sekilas, memperhatikan wajah istrinya yang setengah tertutup rambut kusut. Ada rona lelah di sana, tapi juga sisa kepuasan yang sulit disembunyikan. Pria itu lalu menjatuhkan tubuhnya ke sisi Beverlyn, di sofa besar yang cukup menampung mereka berdua meski tak seleluasa ranjang. Dengan lembut, Oscar

