Bab 4. Diusir

1274 Words
“Plakk!” Sebuah tamparan Evelyn dapatkan dari ayahnya yang marah. Bagaimana tidak, pernikahan itu benar-benar hancur. Calon suami Evelyn pergi begitu saja karena dia tidak mau melanjutkan pernikahannya dengan Evelyn sebab video porno dan foto-foto erotis itu bisa menghancurkan reputasinya. Uang yang dia janjikan kepada ayah Evelyn tentu saja tidak diberikan. Tidak saja ayahnya yang marah tapi ibu tirinya juga marah karena kejadian itu. “Kau lihat apa yang telah dia lakukan, Jason?! Kau lihat bagaimana putrimu menghancurkannya?” Suaranya bergetar karena dia sedang menahan amarah yang meluap di hati. Dia benar-benar lengah karena dia tidak menduga Evelyn melakukan perbuatan kotor itu untuk menggagalkan pernikahannya. “Kau benar-benar kurang ajar, Evelyn!” Ayahnya berteriak dengan nada kecewa yang teramat sangat. “Daddy yang memaksa aku untuk melakukan hal ini. Bukankah sudah aku katakan jika aku tidak mau menikah dengannya? Tapi kenapa Daddy tidak mau mendengarkan keinginanku dan lebih mendengarkan perkataan mereka hanya untuk mendapatkan sedikit uang!” “Sedikit uang, kau bilang?” Ibu tirinya menatapnya dengan tajam. Uang yang akan diberikan oleh pria tua itu cukup besar. Beraninya Evelyn menganggap jika uang yang akan mereka dapatkan itu tidak banyak? “Kau kekanak-kanakan, Evelyn. Dia bersedia memberikan jutaan dollar untuk perusahaan ayahmu tapi kau justru menghancurkannya dengan melakukan hal kotor dengan laki-laki itu. Tidak saja menghancurkan pernikahanmu, tapi kau juga telah menghancurkan reputasi ayahmu!” “Gara-gara dirimu aku melakukan hal kotor itu!” Evelyn pun berteriak marah. “Cukup!” Lagi-lagi satu pukulan diberikan oleh ayahnya yang sudah tak dapat menahan segala amarah karena dia sangat malu dengan apa yang dilakukan oleh putrinya. Orang-orang pasti akan membicarakan dirinya dan mereka akan menganggap Evelyn hanyalah seorang p*****r yang dapat tidur dengan pria manapun. Kenapa putrinya tidak memikirkan hal seperti itu? “Cukup, Evelyn. Tidak seharusnya kau melakukan perbuatan kotor itu hanya untuk membatalkan pernikahanmu. Apa sebenarnya yang kau pikirkan ketika kau melakukannya?” “Apa Daddy ingin tahu apa yang aku pikirkan?” Tangannya berada di pipi yang terasa begitu sakit tapi dia berusaha menunjukkan Jika dia tidak menyesal sama sekali, “Aku hanya ingin pernikahan itu batal karena aku tidak sudi menikah dengan si tua bangka itu!” “Kau?!” Ayahnya ingin memukulnya kembali tapi gerakannya terhenti karena Evelyn tidak berpaling sama sekali. “Lakukan, Dad. Kau bisa memukul aku sesuka hatimu dan aku tidak takut sama sekali. Aku tahu apa yang aku lakukan salah tapi semua gara-gara Daddy. Seandainya Daddy tidak menikah lagi maka hubungan kita tidak akan jadi seperti ini!” Air mata menggenang di pelupuk matanya. Yang dia tangiskan bukanlah pukulan yang diberikan olehnya tapi dia menangisi hubungan mereka yang menjadi buruk gara-gara kehadiran ibu tirinya itu. “Lihatlah putrimu. Sudah membuat sebuah kesalahan, dia tidak tahu malu sama sekali dan sekarang dia ingin menuduh aku sebagai orang yang telah menghancurkan hubungan kalian berdua. Kau harus memberikan pelajaran pada putrimu, Jason!” “Diam kau. Mulutmu benar-benar berbisa karena kau selalu menghasut ayahku. Bukankah ini yang kau inginkan? Kau ingin menghancurkan hubungan kami berdua agar kau mendapatkan seluruh uang yang dimiliki oleh ayahku!” Evelyn mengucapkan perkataan itu sambil menunjuk ibu tirinya. “Teganya kau mengucapkan perkataan itu padaku, Evelyn?” Dalam sekejap mata saja, ekspresi wajahnya sudah terlihat sedih. “Sebaiknya kau tidak menghina kami terlalu jauh, Evelyn!” Kakak tirinya pun terlihat sedih dengan tuduhan yang dilontarkan oleh Evelyn. “Cih, Kalian berdua sama saja karena kalian begitu munafik!” “Sebaiknya kau menjaga ucapanmu, Evelyn. Sekali lagi kau menghina ibu dan kakakmu, Daddy akan mengambil sebuah tindakan agar kau jera dan tidak bertindak semena-mena lagi!” “Mereka bukan ibu dan kakakku. Ibuku hanya satu dan aku tidak memiliki seorang kakak. Aku rasa Daddy telah menjadi bodoh gara-gara wanita ular ini!” “Kau semakin kurang ajar saja!” Ayahnya menghampiri. Emosi memenuhi d**a karena dia dianggap bodoh oleh putrinya. “Pukul, Dad. Kau bisa memukul aku tapi ingat satu hal, apa yang kau lakukan ini akan aku ingat untuk seumur hidupku karena kau lebih membela istrimu itu dan anak yang dia bawa. Jangan lupakan, dia bukanlah darah dagingmu!” “Cukup. Kami bukan pengemis. Kau yang berbuat salah dan telah mempermalukan ayahmu tapi kau menyerang kami secara habis-habisan. Daripada kau selalu menghina kami lebih baik kamu pergi dari rumahmu ini!” Jane beranjak, itu hanya getakan karena dia tahu ayah Evelyn tidak mungkin membiarkan mereka pergi. “Yang seharusnya pergi adalah dirinya!” Ucapan ayahnya membuat Evelyn terkejut tapi membuat Jane dan putranya tersenyum secara diam-diam. “Apa Daddy bilang?” “Katakan siapa pria yang tidur denganmu itu, Evelyn. Mungkin Daddy akan sedikit memaafkan perbuatanmu jadi katakan siapa laki-laki itu ?!” “Sayangnya dia hanyalah seorang gigolo yang aku beli di sebuah klub malam.” “Apa?!” Ayahnya kembali berteriak marah. “Gila, kau benar-benar gila!” Ibu tirinya pun terlihat marah tapi sesungguhnya dia bersorak dalam hati. Dia ingin lihat bagaimana Evelyn membebaskan diri dari amarah ayahnya. “Putrimu sudah gila, Jason. Sebaiknya kau segera mengusirnya pergi karena dia akan semakin mempermalukan dirimu. Aku tidak menyangka kau begitu berani membeli seorang gigolo untuk menjadi partner di atas ranjangmu, Evelyn. Saat kau melakukan perbuatan kotor itu, apa kau tidak memikirkan ayahmu?” Bagus, dia akan menuang api supaya hubungan mereka berdua semakin hancur. “Sebaiknya kau tidak banyak bicara dan tidak memprovokasi ayahku, Nenek tua!” “Sialan kau?” Jane benar-benar tidak terima dengan perkataan Evelyn. PLakk… Plakk! Dua tamparan Evelyn dapatkan di pipi kanan dan kirinya karena kesabaran ayahnya sudah berada diambang batas. Setelah menghancurkan pesta pernikahan itu dengan video dan foto-foto kotornya, dia justru harus menerima kenyataan jika putrinya telah menghabiskan satu malam dengan seorang gigolo. Saat orang-orang tahu akan apa yang putrinya lakukan, bukankah mereka akan malu luar biasa? Yang istrinya katakan sangat benar. Sepertinya Evelyn akan kembali berulah dan akan membuatnya semakin malu. “Daddy kecewa padamu, benar-benar kecewa!” Ayahnya berpaling, dia tidak mau memandangi putrinya lagi. “Daddy kecewa denganku dan aku juga kecewa dengan Daddy. Tapi sayangnya Daddy tidak memikirkan perasaanku!” “Aku tidak peduli denganmu lagi, Evelyn. Terserah kau mau menjadi apa. Daddy lepas tangan jadi sekarang pergilah. Jangan pernah muncul di hadapan kami lagi!” “Jadi ini ‘kah akhirnya, Dad? Jadi kau lebih memilih mereka dibandingkan aku?” Air mata yang dia tahan akhirnya jatuh karena hubungan mereka berdua benar-benar hancur. “Setidaknya mereka tidak mengecewakan dan tidak mempermalukan aku jadi pergilah. Pergi yang jauh dan jangan pernah kembali lagi sekalipun aku mati!” Evelyn menghapus air matanya. Selalu mereka yang dipilih tapi memang dia yang salah. Meski begitu, apakah harus berakhir seperti ini? Kenapa ayahnya tidak pernah mengerti akan keinginannya dan kenapa ayahnya selalu mementingkan mereka berdua? “Pergi sekarang!” Teriak ibu tirinya. Sebentar lagi dia akan merayakan keberhasilannya. Walaupun Evelyn tidak jadi menikah dengan pria tua itu dan mereka tidak jadi mendapatkan uang tapi setidaknya mereka berhasil mengusirnya pergi. Evelyn memandangi punggung ayahnya. Dia masih berharap ayahnya berpaling lalu berbicara baik-baik dengannya tapi sayangnya kekecewaan telah menutup mata hati ayahnya. “Cepat pergi!” Ibu tirinya kembali mengusir. “Ingat baik-baik, jangan kau kira kau telah menang. Suatu hari nanti aku akan kembali dan aku akan merebut semuanya jadi tunggu saja!” Evelyn melenggang pergi, menuju kamarnya. Dia mengambil barang-barangnya dan sebelum pergi, dia memandangi ayahnya yang masih saja tidak memperdulikan dirinya. “Jaga diri Daddy baik-baik dan berhati-hatilah dengan mereka berdua!” Sesungguhnya dia tidak mau meninggalkan ayahnya tapi apa boleh buat, dia memang harus pergi untuk sementara waktu tapi suatu hari nanti dia pasti akan kembali untuk membuat perhitungan dengan ibu tirinya karena dia tidak akan membiarkan mereka mendapatkan apa yang ayahnya miliki.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD