Bab 4 Kejujuran Hati

1557 Words
Setelah sampai di taman mereka tetap duduk di dalam mobil dengan jendela mobil yang di buka untuk menikmati angin pantai yang sejuk serta pepohonan yang rimbun di taman. Kak Zavir mau tanya apa? Ucap lea". dengan menghembuskan nafas yang panjang Zavir memberanikan untuk bertanya. Lea... Apa kamu punya orang yang kamu suka? Ucap Zavir. Dengan persaan yang takut kalau lea mempunyai orang yang di suka. " kenapa kak Zavir tiba-tiba bertanya soal itu?". kakak hanya ingin tahu kamu lebih dalam, berhubung kita di jodohkan. Kakak hanya ingin kita saling terbuka satu sama lain, tidak ada kebohongan agar nantinya tidak ada salah paham". Lea bingung harus menjawab apa. Akankah dia harus berterus terang atau menutupi bahwa dia masih mempunyai seorang pacar. Tapi.... Akankan Zavir mundur jika lea mengatakan bahwa dia mempunyai pacar.. " Lea... Masih punya pacar, Tapi Ldr". . Deg... Seketika jantung Zavir terasa berhenti berdetak sejenak, mendengar perkataan lea... Kamu... Masih punya pacar? Lalu kenapa kamu menerima perjodohan ini le? Dengan nada yg sedikit terkejut. Karena kakek ingin melihat lea menikah sekarang. sedangkan, pacar lea belum bisa menikahi lea sekarang, karena dia juga masih sibuk kuliah dan mengumpulkan biaya untuk bisa menikah. Ucap lea dengan mata yang mulai berkaca-kaca. " apakah kakek lebih penting dari pacar kamu?". Jika kak Zavir bertanya seperti itu, lea juga bingung harus memilih siapa. "Lea cinta dengan pacar lea. Karena dia yang membuat hari-hari lea penuh warna, dia yang selalu ada di saat lea jauh dari keluarga, dia ada di saat sedih maupun bahagia. tapi di sisi lain kakek juga orang yang sangat berarti dalam hidup lea. lea sangat sayang sama kakek, dan ingin membuat kakek bahagia". Sejak kecil lea lebih sering hidup bersama kakek dan neneknya. Saat itu mama dan papanya sibuk bekerja untuk membangun ekonomi mereka. Papa lea membangun bisnisnya sendiri, tanpa campur tangan sedikitpun dari kakeknya. Dulu hubungan sudibyo dan hendri tidak akur. Karena hendri selalu menentang keinginanya. Tapi setelah Lea lahir. hubungan itu sedikit membaik, karena sudibyo sangat menginginkan anak perempuan. Jadi, di saat hendri dan nisa sibuk di toko. Halimah istri sudibyo akan selalu membawa lea pulang ke rumahnya. Agar nisa dan hendri bisa lebih fokus dalam bekerja. Awalnya nisa tidak mau, karena takut merepotkan. Tapi halimah sangat senang jika ada lea di rumah, begitupun dengan sudibyo, jika mendengar ada lea di rumah, dia akan segera cepat-cepat pulang ketika jam kerjanya habis. "Apakah tidak ada hal lain, yang bisa membuat bahagia?". Kakek mengatakan tidak menginginkan hal yang lain. Hanya itu saja. Dan kakek sempat coleps saat lea menolaknya. Di saat itu lea merasa sangat bersalah dan menyesal. Lea tidak ingin kehilangan kakek, hanya karena keegoisan lea. "apakah kamu akan putus denganya?". " saya akan menjelaskan kepadanya nanti, tapi belum untuk saat ini, karena dia masih fokus dengan UAS dan ujian prakteknya. Saya tidak ingin membuat konsentrasinya tergangu dengan hal ini. " tapi pernikahan kita tinggal 2 minggu lagi lea". "saya tahu, tapi.... Apakah kak Zavir akan tetap melanjutkan perjodohan ini? " tentu saja". Lea kaget mendengar perkataan Zavir, dia mengira jika Zavir tau kalau lea masih mempunyai pacar dan mencintainya, dia akan mundur. Boleh lea bertanya "apa alasan kak Zavir untuk tetap melanjutkan pernikahan ini? Setelah kakak tahu semuanya. jika di lihat-lihat kak Zavir itu tampan, tinggi, masih muda dan sukses, pasti banyak wanita yang jauh lebih baik dari saya, yang mau jadi istri kak Zavir. Karna teman-teman lea aja pertama kali melihat Zavir pada kagum sama Zavir. Ketika mendengar bahwa lea masih mencintai kekasihnya, hati Zavir sakit dan senang bersamaan karena lea juga memujinya. "Bukankah kamu akan putus dengannya?." jika kak Zavir membatalkan perjodohan, pasti aku juga tidak akan putus sama ardi, ucap lea sangat lirih. Walaupun lea berbicara lirih, Zavir tetap mendengarnya." kalaupun kakak membatalkanya, kakek kamu pasti akan mencari pria lain, lebih baik kakak meneruskanya, karna kakak gak mau melihat kamu bersama laki-laki lain, dan... Kakak tidak menginginkan wanita lain. Karna Zavir sudah jatuh cinta dengan lea. Lea kaget mendengar ucapan Zavir, ia langsung menoleh ke arah Zavir memandang wajah laki-laki itu dengan kesal kenapa dia bisa mendengan perkataan lea padahal dirinya berbicara sangat pelan. Apa kakek berkata akan mencari pria lain, jika kak Zavir tidak mau? dan apakah kakak menyukai saya? Walaupun lea pendiam dan cuek kepada cowok. Tapi lea tidak bodoh, Lea termasuk cewek yang sangat peka jika ada orang yang suka denganya. " iya.... Zavir memang menyukai Lea". Lea di buat kaget lagi dengan ucapan Zavir "sejak kapan kak Zavir suka sama saya?". " Sejak pertama melihat kamu". Berarti sejak Waktu malam perjodohan?. " bukan". "bukankah itu pertama kalinya kita bertemu?". " itu bukan peratama kali kakak melihat kamu, petama kali kakak melihat kamu di monumen nosarara nosabatutu (tugu perdamaian). Saat itu kamu bersama dengan teman-teman kamu sedang berfoto-foto dan bercanda gurau, saat itu kakak ingin mengajak kenalan kamu. kakak melihat ada pria yang mencoba menyapa kamu, tapi kamu cuek tidak memperdulikanya. Sehingga kakak mengurungkan niat untuk mengajak berkenalan. Kedua, disaat kamu sedang merayakan ulang tahun teman kamu di lestoran korea kakak, disana kamu tersenyum bahagia dan itu awal kakak tau nama kamu lea, setelah itu kakak hanya menyelipkan nama kamu dalam doa sepertiga malam kakak. Awalnya, ketika kakek kamu silaturahmi ke rumah kakak, kita sempat berbincang-bincang sedikit, sampai akhirnya beliau menawarkan untuk mengenalkan cucu perempuannya. Kakek berkata perkenalan saja dulu keputusan nanti setelah bertemu. Waktu itu kakak hanya membalas dengan senyuman. tapi, orang tua kakak menyetujuinya. Sampai akhirnya kakak bertemu lagi dengan kamu di malam pertemuan keluarga. Saat itu kakak merasa bahwa doa kakak di kabulkan oleh Allah, rasanya seperti Allah menunjukkan bahwa ini loh jodoh kamu. Seketika saat itu juga kakak langsung menerima perjodohan itu, tapi ada yang membuat kakak penasaran dan bertanya-tanya dalam hati. Kenapa wanita ini tidak terlihat begitu bahagia walaupun dia tersenyum, apakah dia terpaksa? Apakah dia tidak menyukai saya? Dan akhirnya sekarang kakak tau jawabanya. Ternyata wanita itu masih mempunyai seseorang di dalam hatinya. Mendengar perkataan Zavir yang sangat panjang membuat lea terdiam sejenak. Dia tidak mengira bahwa Zavir sudah 2 kali bertemu denganya sebelum malam perjodohan dan sampai menyelipkan namanya dalam doa sepertiga malamnya. Karna lea tidak pernah merasa pernah bertemu Zavir, memang sedikit pendiam dan cuek terhadap orang yang tidak di kenalnya. Dia sedikit kurang bisa bergaul, tapi jika sudah dekat dia sangat ramah dan royal. Melihat lea hanya terdiam Zavir membuka suara lagi. "Lea apa saya boleh minta satu permintaan?". "permintaan apa?". Bisakah kamu membuka hati untuk kakak? Berhubung kita sebentar lagi menikah, rasanya cara bicara kita masih terlihat seperti berbicara dengan orang asing, sedikit canggung. Lea hanya terdiam dan menganggukkan kepala. Zavir pun hanya tersenyum. Yaudah kalau gitu kita pulang dulu ya.... Soalnya udah dzuhur juga. Lagi lagi lea hanya terdiam, dan menganggukkan kepalanya tanda setuju. Jujur hati lea rasanya campur aduk, fikiranya tak tentu, tidak tau harus berbuat. Kemudian Zavir melajukan mobilnya menuju rumah lea hanya ada keheningan selama perjalanan karena sama-sama terdiam tanpa ada yang berbicara. Setelah 15 menit kemudian sampai di depan rumah lea. Udah sampai le. Ucap Zavir". Iya... Kakak tidak mampir dulu?. Gau usah le salam aja sama om, tante, dan kakek ya, soalnya kakak habis ini masih ada urusan. "Yaudah kalau gitu lea turun dulu, makasih sudah di antar jemput, Hadija ya kak". Iya sama-sama. Zavir tersenyum mendengar bahwa lea sudah tidak menggunakan kata saya, melainkan namanya. Setelah melihat lea masuk ke dalam rumah. Zavir langsung melajukan mobilnya. Di dalam kamar lea Setelah berganti baju rumah dan sholat dzuhur lea membaringkan badan di tempat tidurnya sambil melihat hp. nya yang ternyata ramai chat dari sahabat-sahabatnya di grub chat " Para Harim cantik". Adel : le.... Itu tadi siapa? Rani : iya lea..... Rajal tampan taidi siapa kok kita tidak pernah melihatnya? Nita : iya lea.... Cerita dong...? Ana : hello... ukhti2 yang cantik, kalian ini kalau soal rajal tampan gercep banget ya. Adel : haduh... Ukhti ana marah2???? Rani : ya kan penasaran an.... Ana : penasaran apa kepo? Nita : sepertinya dua-duanya deh ??? Ana : lebih baik kalian pelajari materi buat UAS deh dari pada kepo sama rajal... Adel : belajarnya nanti aja... Nita : lea kamu kemana sih? Sepertinya akhir-akhir ini sering menghilang, gak kayak biasanya, kalau di chat balasnya lama. Rani : iya.... Betul itu... Kamu ada masalah lea? Membaca chat dari teman-temannya membuat Lea bingung harus menjawab apa, kalau dia bilang yg sebenarnya pasti semuanya akan pada heboh dan ramai, bisa-bisa langsung di introgasi masal. Dan pada akhirnya lea hanya mengirim chat pribadi kepada ana. Karena lea paling dekat sama ana, kalau curhat juga lebih sering ke ana, karna sifat ana yang paling dewasa dari para sahabatnya dan paling bisa menyimpan rahasia. Lea : an... Ana : iye lea.... Ada apa? Kamu di cariin tuh sama anak-anak di grub. Lea : hehe... Pengen curhat, dan belajar bareng, kamu sibuk gak? Ana : enggak kok lea... Kamu curhat aja. (Jika sudah berkata seperti ini, ana tau kalau lea punya masalah serius dan hanya pengen curhat berdua). Lea : aku ke rumah kamu ya.... Ana : iya le... Kamu kesini aja. Lea : yaudah kalau gitu aku ganti baju dulu. Dan berangkat ke situ. Ana : yaudah... Hadija ya le... Aku tunggu. Setelah itu lea bersiap-siap dan mengambil tas dan materi kuliahnya. "ma... Lea pamit ke rumah ana dulu ya". Sambil mencium punggung tangan mamanya. "Yaudah hati-hati, nanti pulangnya jangan sampai malam lo". " siap mama cantik" kalau gitu Assalamualaikum... "waalaikumsalam".
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD