pertemuan kedua

1033 Words
hari ini vina harus menghadiri rapat tahunan Yayasan di sekolah Yuda,biasanya suaminya yang datang tapi kali ini jaya tak bisa hadir karena sedang meninjau proyek di surabaya.sebagai pemilik sekaligus ketua yayasan mau tidak mau Vina sebagai istrinya harus menggantikan kehadiran suaminya.sesampainya di sekolah Vina meninjau keadaan sekolah milik suaminya.dia cukup puas karena semua fasilitas sekolah sangat lengkap dan terbaik saat dia melewati sebuah kelas matanya menangkap sosok seorang gadis yang sedang menghapus papan tulis,sosok yang selalu hadir di pikirannya selama beberapa hari ini,dia terkejut sekaligus senang.tanpa ragu dia memanggil nama gadis itu"Anita!!"serunya tanpa sadar semua siswa di kelas menoleh ke arahnya termasuk Yuda dan Siska mereka heran kenapa Vina pemilik yayasan bisa mengenal Anita siswa paling miskin di sekolah.terlebih yuda.bagaimana ibunya bisa mengenal Anita? Anita yang terkejut namanya dipanggil langsung menoleh dan menghampiri wanita yang memanggilnya"ma.. maaf apa ibu memanggil saya?"tanyanya gugup Vina meraih tangan Anita yang dingin dan gemetar.sembari tersenyum dia berkata"iya nak,kamu masih ingat Tante kan?kita bertemu di rumah Bu Bekti beberapa hari yang lalu" "oh iya bu.saya ingat,saat itu saya sedang mau mencuci pakaian di rumah Bu Bekti"sahut Anita sambil menunduk Vina tersenyum sambil mengusap rambut panjang gadis itu.entah mengapa dia sangat menyukai bahkan mungkin ada rasa sayang di hatinya pada gadis itu "Tante ga nyangka kamu sekolah di sisi nak"lanjutnya "i..iya Bu saya masuk sebagai murid beasiswa di sekolah ini"jawab Anita masih dalam keadaan gugup dan heran mengapa tamu Bu Bekti yang baru sekali di temuinya bisa seramah ini padanya? vina kembali tersenyum sambil berkata"kamu pasti pintar sekali nak,hingga bisa mendapatkan beasiswa untuk masuk sekolah ini" "mah"Yuda memanggil ibunya yang dari tadi tak melepaskan pandangannya dari wajah Anita. vina tersentak sekaligus kaget ternyata Yuda satu kelas sama Anita "eh iya nak,kelasmu di sini ya.jadi kamu sekelas sama Anita ya" "hmm iya ma"jawab Yuda dsambil melilrik sekilas pada Anita yang masih tertunduk"mamah kenal dia?"tanya Yuda penasaran"iya nak,mamah bertemu Anita di rumah Bu bekti.manager mmh di butik"jawab bu vina"oh jadi dia anak Bu Bekti ya mah?"selidik Yuda belum sempat Vina dan Anita menjawab pertanyaan Yuda tiba tiba Siska datang dan menyapa Vina yang baginya calon mertuanya"hallo Tante apa kabar Tan?" "baik" jawab Vina singkat entah kemana senyum dan kata kata lembut yang barusan ada saat berkata dengan Anita "oh syukur Tan kalau Tante baik2 saja" dengan senyum yang di paksakan karena merasa dongkol.kenapa sikap vina bisa berbalik 360 derajat saat berbicara dengannya "hmm"hanya itu jawaban Vina..Yuda yang merasa tak enak hati pura pura mengajak Siska ke perpustakaan agar bisa menghindari situasi yang tak enak antara ibu dan kekasihnya "sis.katanya mau ambil buku di perpus.yuk sekarang aja keburu pak Anton datang" "iya Yuda.kami pamit dulu Tan buat ngambil buku"kata Siska yang mengerti maksud Yuda "ya"jawab Vina singkat sepeninggal mereka berdua pandangan Vina beralih lagi pada anita"nak,Tante mau rapat dulu ya"ujarnya lembut pada Anita "ba..baik Bu"jawab anita semakin gugup karena baru mengetahui bahwa wanita di hadapannya adalah ibunya Yuda dan itu berarti beliau adalah pemilik sekolah ini Vina tersenyum,melihat wajah Anita seolah obat segala kerinduannya pada sosok ana.perasaan yang selalu menghimpit dadanya selama dua puluh tahun itu seakan terlepas begitu saja kalau saja pertemuan ini bukan di area sekolah Vina ingin sekali memeluk tubuh gadis ini.walau belum mengetahui siapa sebenarnya anita sepanjang mengikuti rapat pikiran vina terpecah pada sosok anita hingga dia tidak terlalu focus dengan pembicaraan di rapat sampai dia tersentak karena panggilan pa Ruslan yang meminta pendapatnya tentang kemajuan sekolah ini "Bu Vina...Bu Vina panggil pak Ruslan dua kali "eh iya pa ada apa?" "maaf saya tadi bertanya bagaimana pendapat ibu tentang kemajuan sekolah ini apa masih ada kekurangan Bu?"tanya pa Ruslan sopan "sejauh yang saya lihat tadi semua baik..sarana dan prasarana juga memuaskan"sahut Vina sambil tersenyum "oh iya terima kasih Bu atas pendapatnya"ujar pa Ruslan lega dengan jawaban Vina "pa Ruslan ada yang ingin saya tanyakan" "silahkan Bu apa yang ibu tanyakan barangkali saya bisa menjawabnya"sahut pa Ruslan "berapa siswa beasiswa yang masuk sekolah ini?"tanya Vina "dari kelas 10 sampai 12 ada sekitar 8 orang Bu" "boleh saya minta data mereka pa?" "oh boleh Bu"kata pa Ruslan"Bu Dewi tolong persiapkan berkas yang di minta Bu Vina ya" ujarnya lagi pada sekertarisnya "baik pa segera saya persiapkan"sahut Bu Dewi sembari pergi ke ruang arsip untuk menyiapkan berkas yang di pinta pemilik sekolah tsb Setelah rapat selesai vina memasuki ruangan khusus pemilik sekolah dia duduk di kursi kebesaran suaminya tak lama kemudian suara pintu di ketuk tok tok " permisi Bu, saya Bu Dewi mau mengantarkan berkas yang tadi ibu minta ke pa Ruslan" " oh silahkan masuk bu.tolong simpan berkasnya di meja" Bu Dewi masuk dan membawa berkas2 siswa bea siswa lalu menyimpan di meja seperti yang di perintahkan Vina sesudah itu Bu Dewi minta ijin keluar ruangan yang di jawab dengan senyum dan ucapan terima kasih dari Bu vina. Vina sebenarnya hanya focus pada satu berkas saja siswa yang bernama Anita dia membuka berkas Anita dengan gemetar,berharap doanya selama ini jadi kenyataan hal pertama yang dia lihat adalah nama kedua orang tua Anita di situ tertulis nama ayah:Heru Andiansyah dan nama ibu: Andriana Liasty Dewi deg jantungnya seakan berhenti berdetak..ana dia putri ana.sahabat yang selama ini di carinya.tak terasa air mata mengalir deras di pipi Vina jadi selama ini ana mengganti nama dengan memakai nama tengahnya Lia Dan mengapa sekarang dia jadi buruh cuci.kehidupan seperti apa yang ana jalani selama ini?bukankah terakhir kali dia melihat ana menikah dengan Andi yang menjadi manajer di sebuah perusahaan besar saat itu?apa yang terjadi dengan mereka?apa yang terjadi padamu ana...seorang anak konglomerat yang kini menjadi buruh cuci..begitu banyak pertanyaan di pikiran vina saat ini..dia senang akhirnya pencariannya ada jalan terang tapi dia sedikit tak menerima jika keadaan ana sahabat terbaiknya kini berada di titik nol dan Vina pun seolah terhenyak..apakah suaminya pernah melihat Anita?yang wajahnya bagai pinang di belah dua dengan wajah ana dulu.dia berharap suaminya tak pernah melihat Anita apalagi mencari tentang identitas gadis itu.dia takut jaya akan melampiaskan sakit hatinya pada ana melalui anita dia tahu ana tidak bersalah semua hal yang terjadi adalah masalah hati..cinta tidak bisa di paksakan pada siapa untuk berlabuh.."tuhan,aku harus melindungi Anita putri ana.aku tak ingin sesuatu yang buruk terjadi pada anita.tapi bagaimana caranya tuhan? tolong bantu aku"guman Vina sambil memegang pelipisnya yang tiba tiba terasa sakit
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD