mencari kebenaran

988 Words
besoknya Vina kembali ke butiknya dia mengecek keadaan butiknya yang alhamdulilah semakin maju.penjualan di butiknya sangat berjalan baik.sesudah semua pengecekan selesai Vina menghampiri Bu Bekti di ruangannya dia bermaksud menanyakan tentang kehidupan ana atau Bu Lia pada Bu Bekti "selamat siang Bu bekti"sapa Vina "selamat siang.eh Bu Vina apa kabar udah 3 hari ga datang ke butik" jawab Bu Bekti ramah "iya nih bu..kemarin kemarin saya sibuk dengan urusan sekolah.maklum papahnya yuda lagi keluar kota jadi urusan yayasan saya yang menghandle semuanya" "oh gitu ya bu.ibu ini pintar dan gesit pasti bisa melakukannya dengan baik"puji Bu Bekti "ah Bu bekti bisa aja"jawab Vina sambil tersipu "oh iya bu.waktu di sekolah aku ketemu sama Anita anak buruh cuci yang dulu ketemu di rumah bu Bekti ternyata dia sekolah di sekolah yang kami miliki" "iya Bu..Anita masuk dengan beasiswa dia anak yang pintar,cantik,baik sayang hidupnya kurang beruntung"kata Bu Bekti dengan sedih "Bu Bekti kenal baik dengan keluarga mereka ya"selidik Vina "hampir semua tetangga di sana mengenal baik keluarga Bu lia..kebanyakan menyukai mereka.tapi ada juga orang yang nyinyir dengan mereka.hanya karena status Bu Lia yang janda cantik.padahal Bu Lia ga pernah neko neko..di tengah kekurangan ekonominya dia selalu membantu orang2 yang membutuhkan,dan tanpa pamrih lagi" "janda? maksud bu Bekti suami Bu Lia sudah meninggal?"tanya Vina kaget "saya pernah bertanya pada Bu Lia tapi dia hanya tersenyum tanpa menjawab,tapi Anita mengatakan bahwa ayahnya mengusir mereka saat Anita masih kecil dan Bu Lia sedang mengandung adiknya Anita yang bernama Ardi,mereka di usir dari rumahnya sendiri di malam hari saat hujan deras.kenangan itu masih membekas di ingatan Anita dan saya lihat Anita membenci sosok ayahnya tersebut karena beberapa hari setelah kejadian itu Anita dan ibunya melihat ayahnya menikah dengan wanita lain" "ya Tuhan kasihan sekali mereka"ujar Vina sedih matanya berkaca kaca "oh ya Bu,apa bu bekti mengenal keluarga lain Bu Lia?misalnya kakek nenek atau bibinya Anita?" "saya tidak tahu Bu..Anita pun pernah mengatakan pada saya bahwa dia tak pernah mengenal kakek dan neneknya bagi dia keluarganya hanyalah ibunya dan adiknya" " Bu Bekti saya ingin minta bantuan ibu,tolong antarkan saya ke rumah Bu Lia" "boleh Bu,tapi kalau saya boleh tahu ada apa ya Bu?maaf kalau saya kepo" "nggak apa apa Bu,saya hanya ingin memastikan dan mengetahui keadaan keluarga siswa beasiswa di sekolah kami"ujar Vina sedikit berbohong "boleh Bu kapan waktunya?"tanya bu Bekti "bagaimana kalau sekarang?mumpung butik belum ada kesibukan,kita titipin saja sama jahra" "ok Bu,kita bersiap sekarang"lalu keduanya bangkit dari tempat duduknya dan keluar dari ruangan Bu bekti.sesampainya di meja depan Vina memanggil jahra dan menitipkan butiknya pada jahra karena Bu Bekti dan dirinya akan keluar"jahra tolong jaga butik baik2,saya dan Bu Bekti akan keluar sebentar.kalau ada apa apa kamu bisa langsung menghubungi no saya atau Bu Bekti"perintah Vina "baik Bu,hati hati di jalan ya"sahut jahra "iya makasih ya jahra,kami berangkat dulu"jawab Vina sambil tersenyum kemudian Vina dan Bu Bekti menuju mobil dan melaju menuju rumah Bu Lia sesampainya di rumah Bu lia.dia melihat seorang wanita yang sedang sibuk mencuci baju dengan tangannya Vina dengan ragu memanggil wanita itu"ana"Bu Lia tertegun tanpa berani menoleh.nama yang selama ini dia sembunyikan, hari ini ada yang menyebutnya,disini tak seorangpun yang mengetahui nama aslinya dengan takut dia membalikan badannya kebelakang dan ternyata orang yang memanggilnya adalah sahabatnya di masa lalu"Vi..Vina benarkan ini kamu?"tanyanya terbata bata "ya ana ini aku.sahabatmu"sambil berlinang air mata Bu Lia mendekat dan Vina merentangkan tangannya untuk memeluknya.mereka berpelukan,tangis pecah antara mereka begitu dalam kerinduan antara mereka "ya Tuhan ..ana..aku mencarimu selama hampir dua puluh tahun..kenapa kamu menghilang ana?" "maaf"jawab ana sambil tertunduk Bu Bekti melihat interaksi antara kedua sahabat itu dengan takjub.dia tidak menyangka bahwa Bu Lia yang selama ini dia kenal adalah sahabat bosnya "oh ya Bu ngobrolnya pindah aja.masa di dekat kamar mandi he he"canda Bu Bekti mencairkan suasana mereka pindah ke ruang tamu yang hanya beralaskan tikar..Bu Bekti minta ijin pamit ke rumahnya dulu sesudah mereka tinggal berdua saja Vina menoleh ke arah ana,dia melihat begitu banyak perubahan yang ada pada diri sahabatnya itu,mata ana yang dulu cerah dan penuh percaya diri, kini redup dan menyiratkan beban yang dalam.merasa di perhatikan ana tertunduk "apa yang terjadi selama ini ana?mengapa keadaanmu jadi seperti ini?" ana menghela napas panjang sambil berkata"takdir vin.semua sudah menjadi takdir yang harus kujalani aku hanya bisa pasrah" "lalu suamimu..maaf..Andi..kemana dia?" ana tersenyum miris"dia mengusirku 9 tahun yang lalu,aku di tuduh telah selingkuh,mungkin itu alasan untuk dia menikah lagi dengan wanita lain" "dan kamu diam saja?kamu tidak membela dirimu ana?" "percuma vin,saat pengusiran dia telah menjatuhkan talak tiga sekaligus..itu berarti dia sudah bukan suamiku lagi tak ada yang perlu dipertahankan..lagi pula jangankan bertemu denganku,bertemu Anita yang notabene anak kandungnya saja dia tidak mau" "keterlaluan si Andi,aku tak akan pernah memaafkan perlakuannya padamu dan anak anakmu"geram Vina sambil mengepalkan tangannya menahan amarah "sudahlah Vin,aku sudah melupakan kejadian itu,tak ada kebencian di hatiku untuknya" "kenapa kamu tidak membencinya?kamu masih mencintainya?" ana tersenyum dan menjawab tenang"tidak Vin sudah tak ada rasa cinta lagi untuknya.cintaku hanya untuk kedua anakku,,,aku hanya merasa menyimpan kebencian tidaklah baik..malah akan menimbulkan penyakit hati yang parah'' vina menghela napas panjang dia tak mengira jalan hidup malaikat penolongnya jadi seperti ini, dia menyesal dia tak ada di saat sahabatn ya ini berada di titik terendah hidupnya "ana.bolehkah aku bertanya sesuatu padamu?" "ya tanyalah Vin" "kenapa jaya begitu membencimu,padahal yang aku tahu kamu adalah cinta pertamanya walaupun aku tahu cintanya bertepuk sebelah tangan" "papaku menghancurkan bisnis keluarga jaya sehingga papanya jaya terkena jantung dan meninggal dunia.keluargaku telah membuat jaya menjadi anak yatim dan ibunya menjadi janda.itu sebabnya aku meninggalkan keluargaku karena aku merasa papa telah bertindak kejam walau aku tak tahu alasan papa melakukan itu" "kamu pernah menjelaskan pada jaya,bahwa kamu tidak ada sangkut pautnya dengan kejadian itu?" "sudah Vin tapi kebencian nya pada keluarga Wijayakusuma sangat dalam..dia bukan hanya membenci papaku..tapi semua keluarga Wijayakusuma" vina menghela napas..Selama ini dia mengira bahwa kebencian suaminya pada ana hanya karena masalah cinta,tapi ada hal lebih besar yang tidak dia ketahui telah terjadi
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD