Awal penderitaan

1018 Words
Setelah pertemuan pertama Vina dan ana sesudah dua puluh tahun tak bertemu.vina datang ke rumah ana.setiap datang dia selalu membawa bahan makanan atau keperluan apapun untuk keluarga ana ana sudah berulangkali menolak pemberian Vina tapi dia selalu memaksa dan mengatakan bahwa pemberian nya tak seberapa jika di bandingkan dengan pemberian ana di masa lalu.analah yang selalu membantunya membayar uang semester kuliahnya.ana juga yang memberikan modal pada Vina untuk membuka butik kecil kecilan yang sekarang telah menjadi butik bertaraf internasional Vina semakin dekat dengan Anita dan Ardi dia pun sering memberi sesuatu pada Anita dan Ardi tanpa di minta.sebenarnya Anita merasa risih apalagi dia mengetahui bahwa Vina adalah mamahnya yuda.pemilik sekolah di mana dia saat ini menuntut ilmu.dia takut kebaikan Vina akan menjadi masalah antara dirinya dengan Yuda dan Siska Apalagi setelah melihat perlakuan mama yuda pada dirinya sewaktu pertemuannya di sekolah Yuda semakin bersikap dingin dan Siska semakin bersikap kasar padahal dia tak mengharapkan ini terjadi. Seperti yang terjadi hari ini di sekolah Siska dengan sengaja menyenggol badannya dengan kasar..memang sejak kejadian itu Siska bersikap kasar bukan hanya dengan kata2 saja tapi dengan fisik juga "OPS sorry sengaja"ujar Siska dengan tak berdosanya.sementara Yuda hanya melihat datar saja "ga apa apa sis"sahut Anita lalu dia membersihkan sepatu dengan tisue karena menginjak tanah yang becek akibat senggolan Anita pada tubuhnya "ha..sepatu baru yaa. pasti di beliin Tante vina karena kemarin gue liat Lo Ama Tante Vina masuk ke toko sepatu di mall benar kan yank?"kata siska ketika melihat sepatu Anita yang baru sambil menoleh ke arah Yuda "hmm" jawab Yuda singkat..ya kemarin saat Yuda dan Siska jalan jalan di mall dia melihat mamahnya dan Anita sedang memasuki sebuah toko sepatu ternama dan Siska saat itu semakin meradang melihat perlakuan Vina pada Anita yang kelihatan begitu sayangnya sedangkan pada dirinya yang notabene adalah kekasih anaknya sikap Vina sangat dingin Anita hanya tertunduk malu.karena apa yang dikatakan oleh Siska benar adanya dia sebetulnya menolak saat Vina mengajaknya jalan2 ke mall untuk membeli sepatu karena Vina melihat sepatu Anita yang sudah sobek.tapi bagi Anita memakai sepatu sobek tidak masalah selama masih nyaman di pakai "eh Lo kasih jampe apa ke Tante Vina hingga dia begitu baik ke Lo?atau Lo jadi penjilat ya?sekarang Lo minta barang2 branded ke Tante vina..bisa bisa nanti Lo minta anaknya Buat jadi kekasih Lo ya!!?"kata Siska sedikit berteriak sehingga siswa yang lain menoleh dan melihat ke arah mereka "nggak sis aku nggak minta apa apa ke Bu Vina..aku sering nolak pemberian Bu Vina tapi beliau selalu memaksa"bela Anita "hallah ga usah munafik Lo..mana mungkin Lo nolak pemberian Tante vina yang ada Lo aji mumpung" "sumpah sis aku ga boong" "gue ga percaya sumpah Lo!! dasar parasit Lo!!"hina Siska sambil berlalu dan kembali menyenggol kasar tubuh Anita Yuda mengikuti Siska,, sebelum dia pergi dia menghampiri Anita sambil menatap tajam"gue ga keberatan nyokap gue ngasih barang2 ke lo.karena orang miskin seperti Lo emang patut di kasihani.tapi ngeliat nyokap gue yang perlakuin Lo kayak anaknya..terus terang gue muak..cukup jadi benalu aja di sekolah ini.jangan jadi penjilat..paham!!!" Anita tersentak mendengar kata kata yuda.semenjak dia masuk sekolah elit ini tak pernah Yuda menyapa apalagi mengajaknya bicara..sekalinya berbicara padanya itu adalah sesuatu yang menyakitkan "baiklah Yuda"hanya itu yang bisa Anita ucapkan sambil menunduk Yuda dan Siska melangkah menuju kantin. seolah olah tidak ada yang terjadi dan siswa siswi yang melihat kejadian itu hanya menatap sinis kearahnya tanpa ada yang bermaksud menghiburnya.merekapun meninggalkan Anita seorang diri yang masih terpaku dengan kesedihannya Anita berjalan gontai menuju ruang kelasnya dia duduk di bangku kelas dan melamun.dia sebenarnya sudah menduga bahwa hal seperti ini pasti terjadi tapi kenapa rasanya begitu menyakitkan?tak terasa air Anita mengalir di pipinya waktu terus berlalu dan setiap hari keadaan yang di alami anita masih saja sama bahkan makin parah.kini siswa siswi yang lain sudah berani membullynya karena Siska yang memprovokasi, sebenarnya anita merasa lelah andai kalau bisa dia ingin pindah saja ke sekolah lain.tapi itu tak mungkin di lakukan selain masalah biaya dia sudah kls 3 sma dan itu berarti sebentar lagi dia akan menyelesaikan pendidikan SMA nya,Anita berencana sesudah lulus sekolah dia ingin kuliah kedokteran sambil mencari pekerjaan free line.walau mungkin ada yang mengatakan bahwa hal itu tak mungkin terjadi karena kuliah jurusan kedokteran membutuhkan biaya yang sangat besar. hal itu tak menyurutkan semangatnya dia yakin akan keajaiban tuhan dan dia berharap mudah2an dia akan kembali mendapatkan beasiswa untuk kuliah Anita memang bercita cita ingin menjadi seorang dokter..dia ingin membantu orang miskin yang sakit yang tak bisa pergi ke dokter hanya karena tidak mempunyai uang.untuk berobat,selain itu dengan menjadi seorang dokter mungkin taraf hidup keluarganya akan meningkat..dia ingin membahagiakan ibu dan adiknya ardi Walau terkadang untuk meraih semua itu tak mudah bahkan bisa di bilang menyakitkan untuk di terima gadis seusia Anita tapi dia berpikir dia harus kuat walau banyak cibiran yang diarahkan padanya Anita lebih bersikap tak menanggapi toh selama ini Anita merasa hidupnya tidak tergantung pada orang lain dan kalaupun sekarang Bu Vina banyak membantu tapi bukan mereka yang meminta Bu vinalah yang memaksa walau kebaikannya berulang kali di tolak oleh ibunya,Anita maupun Ardi..mereka bukannya tidak butuh tapi mereka tak terbiasa menerima segala sesuatu dengan cuma cuma apalagi ibunya sering mengatakan bahwa tangan di atas akan lebih baik dari pada tangan di bawah.jangan pernah meminta apapun pada siapapun. dan kalau boleh memilih Anita lebih memilih Bu Vina tidak pernah hadir dalam kehidupan keluarganya dia lebih nyaman sekolah saat sebelum Bu vina mengenalnya,tapi ternyata Tuhan berkehendak lain tuhan mempertemukan dua sahabat lama dan Anita melihat ibunya bahagia dengan kehadiran Bu Vina..tak ada sorot mata kesepian lagi di mata ibunya dan saat berbicara dengan Bu Vina ibunya seakan menjadi sosok orang lain lebih banyak tersenyum dan lebih banyak bicara tanpa sungkan bahkan tertawa lepas hal itu sangat jarang di temui oleh Vina sejak 9 tahun lalu,sejak pengusiran yang di lakukan ayahnya,,ibunya menjadi sosok yang tertutup dia memang selalu tersenyum tapi Anita melihat bahwa di balik senyum itu ada luka yang di sembunyikan bibir ibunya mungkin tersenyum tapi mata ibunya menyorotkan sinar kesedihan dan hanya pada Bu Vina lah ibunya bisa menceritakan segala hal yang tak mungkin dia ceritakan pada Anita ataupun orang lain
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD