** Harry menghempaskan map yang masih tersegel rapih diatas meja Nathan, menatap pria tampan yang sangat dikenalinya itu dengan tatapan datar. "Apa ini?" "Aku ingin Liam sudah bebas besok." Nathan mengeraskan rahangnya tanpa sadar, bukan karna Liam atau Harry melainkan perempuan bernama Akira yang selalu menggerayangi kepalanya. Sialnya mereka bahkan belum bertemu sama sekali setelah pagi itu. "Dia akan bebas besok." "Kenapa tidak hari ini?" Tanya Harry dengan tajam, jika ia memutar kembali memorinya setahunya Harry dan Nathan tidak pernah terlibat dalam suasana tidak menyenangkan seperti ini. "Aku harus memastikan Liam tidak akan kembali menuntutku." Harry mengangguk pelan, senyum tipis tersungging diwajah tampannya. "Kau tidak perlu memikirkan itu, Liam bukan or

