Part 22

1070 Words

*             Akira menguap dengan lebar, menggeliat merasakan kaku luar biasa dipunggungnya sebelum bergegas bangkit dari atas tempat tidurnya, melangkah dengan kaki tanpa alas menuju pintunya saat mendengar keribuatan yang mengganggu diluar sana.     Akira kembali menguap, menatap pelayan yang berlalu lalang dirumah megah kakeknya yang entah sejak kapan menjadi ballroom yang begitu indah dan berkelas dengan makanan dan minuman  yang sudah tertata rapih diatas meja beralaskan kain putih.     Tamu tamu dengan gaun malamnya bahkan sudah mulai berdatangan menemui pria nyaris seabad yang tidak lain adalah Kakeknya. Apa apaan ini? "Sakira? Apa yang kau lakukan?"     Akira menoleh dan menemukan Ibu Dean, Kirena. Sudah tampak siap dengan gaun hijau gelapnya dengan gulungan rambut yang inda

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD