"Mas, apakah Tuan Besar akan menculikku? Aku kan menantunya," lirih, Senja bertanya. Manusia yang normal dan punya akal sehat tidaklah mungkin menginginkan anak menantunya menjadi istrinya. Tapi tidak bagi Hendry. Mungkin karena lelaki itu terlalu banyak makan makanan berasal dari uang haram, hatinya beku dan sulit menerima kebenaran serta nasihat dari orang lain. "Buktinya tadi Papah datang ke sini. Ia terang-terangan ingin mengambilmu dariku. Sayang, aku ingin melindungimu. Aku gak mau pisah sama kamu." Kedua tangan Ethan memegang pipi istrinya. Pandangannya mulai mengabur, menahan air mata. Hatinya sangat bersedih karena memiliki papah kandung seperti Hendry. Sosok ayah yang kerap kali berselisih paham dengannya. Sosok ayah yang bukan menjadi pelindungnya dan memberi tauladan, justru

