25. Pagi Yang Berbeda

1752 Words

"Pagi, Bunda," sapa Ara saat Oik membukakan pintu. Papanya hari ini berangkat pagi-pagi sekali, ia pun ikut dengan sang papa yang ternyata melewati depan kompleks perumahan Vando. Ia memutuskan turun lalu melangkah ke rumah si Alien Sinting itu. "Ara? Ayo masuk, Sayang," balas Oik ramah saat mengetahui siapa tamunya pagi ini. "Vando udah bangun, Bun?" tanya Ara Oik menggeleng. "Belum, Sayang, baru aja Bunda mau bangunin, eh ternyata kamu datang, jadi mending kami aja yang bangunin Vando, biar Bunda yang siapkan sarapan buat kita nanti." Ara memangguk lalu melangkah menuju kamar Vando. Diketuknya pintu kamar Vando dengan kencang. Namun, tak ada jawaban. Ia pun memutuskan membuka pintu kamar si Alien Sinting itu yang ternyata tidak terkunci. Ara menggeleng, saat melihat si Alien Sinting

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD