24. Pasar Malam

1659 Words

Vando membuka pintu kamar gadisnya secara perlahan. Tadi ia sudah izin dengan Papa dari gadisnya. Dilihat gadisnya yang ternyata sedang asik membaca, hingga tak menyadari kehadirannya. Vando melangkah pelan mendekati gadisnya. "DORRRR!!!" Vando berteriak kencang sambil melompat ke atas kasur, mencoba mengagetkan gadisnya. Apa kalian pikir Ara berteriak juga karena kaget? Tidak! Ara tidak berteriak. Ia memang kaget, tapi refleknya Ara lebih suka berteriak dari pada seperti ini. Kini novelnya sudah tergeletak mengenaskan di atas lantai karena ia lempar tadi. Apakah ada yang lebih menyebalkan dari pada itu? Jantungnya pun masih berdetak kencang sekarang. Ara menatap novelnya sedih. Namun, raut wajahnya berubah menjadi garang saat ia menengok dan mendapati sesosok Alien yang sedang cengenges

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD