Pagi-pagi sekali Zavier sudah bangun dan bersiap tanpa membangunkan Azel yang masih meringkuk di bawah selimut tebalnya. Pria itu terlihat sibuk berkaca, merapihkan rambutnya kemudian memakai dasi. Zavier mengambil obat yang masih harus diminumnya, lalu keluar untuk sarapan. Tak selang berapa lama, Azel menggeliat bangun dari tidurnya yang nyenyak. Tangan kanannya bergerak mencari keberadaan Zavier. Namun, nihil. Azel langsung bangun dan mendapati tempat sebelah kanannya sudah kosong. Ia menghela nafas pasrah, "Masih marah nih kayaknya," Azel beringsut turun dari atas tempat tidur, dan tanpa mencuci muka, ia keluar meninggalkan kamar untuk memastikan bahwa Zavier masih berada di rumah. Dengan langkah selebar mungkin, Azel berlari menuruni anak tangga. "Bi, Zavier mana?" Tanyanya pada

