Selama perjalanan pulang, Azel lebih banyak diam. Raut wajah sedih juga khawatir menyatu, sorot mata indah itu menjadi kosong. Azel hanya menatap keluar kaca mobil dengan earphone yang menancap di kedua telinganya. Zavier menggenggam tangan Azel, membuat Azel mengalihkan pandangannya dari luar. Zavier melepas earphone yang dari telinga Azel. "Telinga kamu bisa sakit kalau terus-terusan pake ini," ucapnya sebelum Azel melayangkan sebuah protesan. Azel hanya diam, sampai akhirnya sebuah air mata kembali menetes dari kedua sudut mata indahnya. Zavier panik, dan langsung menghapus air mata tersebut. "Sayang, hey ... jangan kayak gini," ucap Zavier berusaha menyadarkan Azel yang menangis dengan sorot mata kosong. Zavier meminta Pak Karim untuk berhenti. "Pak, berhenti!" Saat ini langit su

