Perjalanan yang lumayan panjang pun dimulai. Azel tampak bersandar pada lengan kiri Zavier. Walau hanya diam, Azel tetap suka. Harum Zavier menjadi salah satu bau favoritnya. Zavier yang tampak kelelahan terlihat bersandar dengan mata terpejam dan membiarkan Azel melakukan hal apapun kepada dirinya, selagi itu tidak mengganggu maka Zavier tidak keberatan. "Capek banget ya, kasihan ... Harusnya kita gak ke rumah orang tua aku, harusnya kita pulang aja. Gak tega aku liat kamu kecapean gini, mana baru sembuh lagi," ucap Azel. Saat ini Zavier hanya mengenakan kemejanya saja yang sudah digulung hingga sikut. Sedangkan jasnya ia simpan di belakang. "Za, baringan di pangkuan aku aja, biar leher kamu gak pegel," ujar Azel menyarankan posisi yang lebih nyaman. Zavier pun membuka matanya, "Nanti

