Hujan yang mengguyur jalanan sejak tadi, menambah kegalauan Azel, suara gerimisnya yang menimpa mobil serta angin yang cukup kencang seakan menjadi sebuah melodi untuk suasana abu-abu dalam hatinya. Ini masih tentang yang semalam, Zavier bahkan bertingkah seperti tidak berbuat apa-apa, dibandingkan meminta maaf, pria itu lebih merujuk bahwa ia tidak akan bertindak seperti itu jika Azel tidak memancing rasa kesalnya. Ya, tidak pa-pa, Azel juga tidak mengharapkan maaf, ia hanya merasa tidak biasa saja. Mungkin Zavier benar-benar lelah. Permintaan maaf tulus atau palsupun Azel tidak akan mengetahuinya, benar kan? "Kamu laper?" Tanya Zavier. Azel menggeleng, "Nggak, i'm full." Jawabnya. Lalu, Zavier melihat Sharllote yang duduk di kursi belakang melalui spion depan. "Shar, laper gak?" "L

