Azel menghela nafas lega saat mendapati tempat tidur di samping kanannya kosong, tidak ada Zavier. Entah pukul berapa ia semalam tidur, Azel hanya ingat ketika dirinya menangis hingga tertidur. Banyak sekali hal yang dirinya pikirkan, tentang seberapa melelahkan dirinya bagi Zavier. Sungguh, ini masih terlalu pagi untuk sibuk dengan hal-hal yang membuat suasana hati memburuk. "Semoga Zavier gak--" Ceklek. Azel menghembuskan nafas pelan dengan posisi yang masih di atas tempat tidur ketika Zavier masuk ke dalam kamar. Pria itu mendorong meja pengantar makanan dengan menu sarapan di atasnya. "Udah bangun ternyata," ucap Zavier. Kemudian berjalan menghampiri sang istri yang semalam menangis dibuatnya. Tangan kanan Zavier terangkat dan mengelus kepala Azel dengan lembut. Lalu, dikecupnya

