Azel menuruni anak tangga dengan terburu-buru ketika mendengar bahwa seorang temannya datang. Dia sangat terkejut, entah apa yang membuat temannya itu berkunjung di jam 8 pagi, akhir pekan pula. "Nayna, ada perlu apa dia pagi-pagi gini, semoga gak ada apa-apa," harap Azel yang langsung saja pergi menuju ruang tamu untuk menemui teman kampusnya itu. Ia tak sengaja berpapasan dengan Bi Mirna yang baru selesai menyuguhkan minuman dan camilan kecil pada tamu Nyonya mudanya. Azel pun menghentikan Bi Mirna untuk bertanya. "Tamunya siapa aja Bi?" "Cuma satu orang Non, dia nangis-nangis, kasihan Bibi liatnya," jawab Bi Mirna. Tanpa membuang waktu, Azel pun berlalu dengan mempercepat langkahnya. Ia khawatir jika temannya itu sedang tertimpa hal yang buruk, teman manapun itu, Azel akan menjadi

