Pagi yang sunyi telah hadir, menggantikan malam panjang yang hampa. Suasana hangat di meja makan, kini hanya ada keheningan. Zavier terlihat duduk dan menatap kursi yang biasa Azel duduki dengan maga lelahnya. Sedih rasanya, kehangatan yang tidak pernah Zavier bayangkan terjadi dalam hidupnya, kini pergi. Kesepian yang dulu mengelilingi dirinya telah kembali. "Den, mau Bibi buatkan yang lain?" Tanya Bi Mirna yang turut sedih melihat Tuan mudanya kehilangan semangat. Zavier menggelengkan kepalanya, "Tidak perlu," jawabnya. Bi Mirna tidak ingin memperburuk suasana hati Tuannya, ia pun memutuskan untuk mengerjakan pekerjaannya yang lain dan membiarkan Zavier dengan kesendiriannya. Sarapan kali ini sangat terasa perbedaannya, tak ada senyuman hangat yang menyambut dirinya dan melayani deng

