Tidak ada perubahan, tidak ada hitam atau putih, hanya abu-abu. Semakin hari, semakin terasa jauh saja, dimana hanya ada kebingungan tanpa sebuah pertanyaan. Maka, tidak ada jawaban. Hanya bisa menunggu. Tidak tahu dimulai sejak kapan, tapi jarak itu semakin nyata di depan mata. Tak ada amarah, kesal karena suatu hal, hanya ada perhatian yang seakan diberi batasan. Itu terasa aneh dan menyakitkan di waktu yang bersamaan. "Mau aku anter?" Zavier bertanya sembari melepas kacamata dan menjauhkan berkas dari tangannya. "Kamu sering banget izin keluar loh akhir-akhir ini." Azel menggelengkan kepala dan tersenyum. "Gak usah, gak pa-pa. Aku bisa sendiri kok." Lagi-lagi sebuah penolakan, gadis manja yang dulu selalu ingin bergantung kepada dirinya mulai menghilang. "Aku anter aja," "Gak usah

