BRAK! Lagi-lagi Inul terpental setelah menabrak kasur yang sengaja diberdirikan untuk ditembusnya. Untung Alfonzo menangkapnya dengan gesit. Inul jatuh ke pelukan lelaki itu dalam keadaan bergantung mirip anak koala. “Huaaa ... mengapa Inul ndak bisa menghilang? Mau jadi hantu seperti apa Inul?” tangis Inul heboh. Alfonzo mengusap airmata Inul yang merebak deras, sialnya tangannya tersemprot ingus gadis itu. Seharusnya menjijikkan, namun anehnya dia tak merasa begitu. “Mau jadi hantu apa? Bukannya hantu ghibah?” sahut Alfonzo kalem. “Ish, Paman. Inul ini lagi serius loh!” pekik Inul manja sembari mencubit lengan liat Alfonzo. “Siapa bilang saya bercanda? Dan mengapa kamu terus di gendongan saya? Enak?” sindir Alfonzo. “Astaga!” Inul seg

