Akhir-akhir ini Delon sering datang ke kediaman pamannya. Bahkan Inul menyadari hal itu setelah terpengaruh ucapan Bik Ijah. Apa benar cowok itu menyukainya? Tak sadar Inul memperhatikan Delon terus saat cowok itu sibuk mengutak-atik ponselnya. Tiba-tiba Delon mengangkat wajahnya dan menatap langsung pada Inul. Pandangan mereka terkunci satu sama lain. “Saya rasa saya tak berlebihan bila mengira kamu dari tadi fokus melihat saya, kan?” sindir Delon kalem. Tanpa malu Inul mengakuinya. “Ya sih, Inul lihat Delon dari tadi. Habis ndak ada yang bisa diperhatikan. Bosan sekali di rumah terus.” keluh Inul. Jadi dia hanyalah obyek untuk membuang kebosanan gadis itu? Mengapa Delon merasa sedikit kecewa mengetahuinya? “Jadi kamu lagi bosan. Mau jalan keluar?” tawar Delon. “Mau! Kemana?” sambu

