Sasa dan Silvi menunggu dengan gelisah. Mereka berusaha menyembunyikannya namun tak berhasil. Kedua gadis itu duduk dengan bahu tegak. Tangan Sasa bahkan tak sadar memilin-milin rok yang dikenakannya. Bagaimana mereka tak grogi? Mereka diminta duduk menunggu di ruang tamu dengan diawasi dua orang pria berpakaian serba hitam yang menatap kedua gadis itu amat serius. Jangan-jangan yang dikatakan kedua orangtua Menik benar adanya! Awalnya Sasa kurang mempercayainya saat mereka menemuinya di rumahnya. Mereka mengaku kalau Menik telah diculik oleh sekelompok mafia. Ayah dan ibu Menik telah mencari anaknya selama dua tahun lebih hingga putus asa. Itu sebabnya mereka meminta bantuan pada teman dekat Menik, siapa tahu ada yang pernah melihat Menik. Sasa tak langsung menyet

