32. Gadis yang Tergadai

1374 Words

Alfonzo heran dengan dirinya sendiri. Meski dia yakin perkataan dua gadis yang tadi diizinkannya bertemu Menik penuh dengan hasutan, dia tak meralatnya. Semua layak dalam cinta dan perang, kan? Yang penting bukan dia yang memfitnah Delon. Dan tak semua yang dikatakan gadis itu salah. Ada benarnya juga, walau serba dilebihkan. Lagipula dia sudah mencegah kedua gadis itu bicara semakin melantur.            Jadi pagi ini dia telah bersiap mengantar Menik ke kampus karena dia yakin gadis itu tak akan mau lagi dijemput dan diantar oleh Delon. Alfonzo sudah rapi ketika dia melihat keponakannya datang.            “Mau apa kamu?” tanya Alfonzo heran. Apa Menik tak mengatakan pada Delon supaya tak usah menjemputnya mulai sekarang?            “Biasa, Paman. Menjemput Menik.”            “Apa dia

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD