Soora dan Taeoh kembali ke rumah pada siang hari. Keduanya tersenyum sembari menyenandungkan beberapa lagu kanak-kanak di dalam taksi yang mereka tumpangi. Tidak lama kemudian Taeoh memanggil nama Soora, anak itu membisikan sesuatu pada si gadis dan membuatnya tersenyum cerah kemudian. Bukan sesuatu yang spesial, hanya ungkapan rasa sayang dengan logat dan bahasa tersendiri bagi anak seumuran Taeoh. Soora tersenyum haru, Taeoh memang tidak sepintar anak lain tapi anak itu punya cara tersendiri untuk menyampaikan rasa sayangnya pada seseorang. Dengan mata mengembun Soora memeluk Taeoh erat, sesekali ia mencium pucuk kepala anak itu dibarengi senyum bahagia. Entahlah, meski belum terlalu lama ia berdekatan dengan Taeoh, ia merasa seperti sudah mempunyai sesuatu yang spesial bersama anak i

