“Bukan. Puteranya yang menemui aku.” “Apa?!” “Ih, mama! Kok malah teriak?” "Kamu enggak bercanda kan?” “Ya masa bercanda sih,” desah Daniella. Karena merasa mamanya tidak mempercayai kata-katanya maka Daniella pun menceritakan dari awal bagaimana pertemuannya dengan Jonathan di cafe yang biasa dia dan sahabat-sahabatnya kunjungi hingga bagaimana dia mengetahui tentang perjodohan ini dari percakapannya dengan Jonathan kemarin. “Astaga! Haruskah mama menyebut ini takdir?” “Ih, mama! Serius sedikit kenapa.” “Kalau kalian sudah saling mengenal begitu, tidak ada salahnya kan mencoba mengenal lebih jauh. Siapa tau perjodohan ini bisa dilaksanakan.” Sebelum Daniella sempat menjawab, kepala papanya terlihat dari balik pintu yang mendadak terbuka dan beliau pun menyela pembicaran Daniella

