Rafael menenangkan dirinya di luar. Sang asisten menatapnya ketika dia hendak menyampaikan sesuatu tetapi teriakan suster terdengar. Rafael segera kembali ke ruangan ibunya. Dia mendapati selimut yang berdarah karena wanita itu melukai tangannya dengan vas bunga. Rafael menggeleng sambil meringgis, “Ma, mengapa setannya merasukimu?” “Pergilah kau! Biarkan aku mati!” Wanita tua itu menatapnya dengan enggan. “Tidak. Jika kau mati sekarang, Tuhan akan memberimu hukuman yang paling berat dan kau tidak akan sanggup menerimanya!” Rafael dengan cepat menekan bel darurat. Para dokter dan perawat bergegas dengan cepat. Perawat lainnya melangkah maju untuk membantu Wanita tua itu mengobati lukanya. “Berhenti di sana! Jika tidak aku akan membunuh diriku!” Semua orang tidak berani mendeka

