Jangan Racuni Pikirannya

1124 Words

“Kalian sudah bangun?” “Iya. Aku bahkan juara pertama.” Elfi mengoceh dengan gemas. “Oke, oke. Maaf, Mama terlambat. Kalau begitu, Mama akan mengambil sarapan untuk kalian.” Fiona berkata dengan lembut. “Iya. Kami akan menunggu di sini.” Elfi mengangguk setuju. Setelah itu, Fiona bangkit dan berjalan ke ruang makan. Dia mengambil beberapa makanan untuk dibawa ke kamar Erdo. Nenek Sule melihatnya dan menyapanya. “Fiona, bagaimana keadaan Erdo? Apakah dia sudah bangun?” “Dia sudah bangun dan suhu tubuhnya sedikit menurun.” Fiona menjawabnya Wanita tua itu mendesah. “Syukurlah, kalau begitu.” Matanya menatap nampan yang sedang dipegang Fiona. Dia bertanya, “Apakah itu sarapan untuk Erdo?” Fiona mengangguk. “Iya, Nenek. Aku akan membawa makanan ini ke atas. Kasihan dia kalau aku ba

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD