sebelum berangkat kerja aku harus menanyakan keputusan yang di ambil calon jodohku apa masih mau untuk meneruska perjodohan ini atau sudah tidak ingin menerus kannya
jika memang mau aku harus melalui penjajakan dulu takutnya seperti yang sudah-sudah
aku gak ingin gagal untuk yang ke dua kalinya,pokoknya aku gak ingin orang tua ku menanggung malu lagi
andai dulu aku langsung menyetujuinya dan tak menolak tanpa tau calon ku seperti apa mungkin kejadian itu gak akan pernah terjadi
aku langsung menuju dapur yang di mana ada mama yang sedang beraktifitas seperti biasanya yaitu memasak sarapan pagi untuk ku karna bisa di bilang aku gak bisa masak karna tak ada waktu untuk itu
"ma...gimana ?,"..
" gimana apanya ay..,?balik bertanya karna ayuna bertanya tak jelas
" ya....perjodohannya ma ?, kan mama bilang masih mau di tanyakan pada pihak pria takutnya sudah ada yang lain !,gimana sih mama....udah lupa kah...",tanya ayuna sambil meng gelayut di pundak mamanya yang sambil menggoreng telur mata sapi
" iya sayang mereka masih menerima perjodohan ini dan mereka bertanya kapan bisa ketemu ,"tanya mama diana balik ke anak semata wayangnya itu
" akhir pekan ini mungkin ma soalnya sekarang aku mau berangkat ke luar kota selama satu pekan ini ;"jawab ayuna sambil menelan makannya
setelah makan aku berpamitan kepada mama dan menjemput bianca ke rumahnya dan langsung berangkat ke bandara bersama ,bianca dan aku menyiapkan proposal yang harus di sajikan saat rapat