Chapter 22

2387 Words

            Diana berangkat ke sekolah pagi ini. Ia sedikit terlambat karena harus membujuk ibunya yang sedikit merengek padanya untuk tak di  tinggal. Ibunya masih takut jika terjadi sesuatu pada Diana. tetapi, Diana meyakinkan ibunya bahwa ia akan baik-baik saja dan akan sekolah dengan baik.             Hari ini dirinya di antar oleh Johnatan ke sekolah. Meskipun sudah menolaknya, tetapi, Diana tak bisa membantah ayahnya itu. mobil Porsche putih itu berhenti di depan gerbang sekolah Diana. Jika bukan paksaan Diana, Johnatan pasti sudah memarkirkan mobilnya di depan Lobby sekolah Diana.             Diana membuka seat belt nya dan meraih pipi Johnatan untuk di ciumnya.             “Aku sekolah dulu. Terimakasih sudah mengantarku, Dad.” Kata Diana             “Anytime princess.” Jaw

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD