Seperti Mimpi

1348 Words

"Merasa lebih baik?" Moza menyodorkan segelas teh hangat untuk Darren. Dia duduk di samping suaminya yang kini sangat fokus membaca buku. Akan tetapi Moza tahu, Darren masih memikirkan apa yang terjadi tadi. Keputusan nekat yang diambil suaminya dan membuat hubungan keluarga menjadi semakin retak. Dia tidak dapat menyalahkan Darren, meski Moza berharap suami dan ayah mertuanya bisa akur. Namun itu pasti sulit setelah luka yang didapat oleh Darren. Gelas teh yang disodorkan oleh Moza, diterima Darren dengan senang hati. Dia langsung meminumnya dan menatap istrinya dengan tatapan redup. Lalu menyimpan kembali mug itu ke atas meja. "Menurutmu, apa aku jahat? Apa aku keterlaluan mengusir mereka? Bukankah aku terlihat seperti anak durhaka? Kau akan menyalahkanku 'kan?" Rentetan pertanyaan it

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD