Moza melangkahkan kakinya dengan ragu menuju rumah. Kedua tangannya saling menggenggam erat. Moza takut sekali, dia rasanya tidak ingin pulang. Bagaimana jika Vano melukai hatinya lagi? Moza belum siap, tapi di sisi lain, dia juga ingin melihat suaminya. Hari juga mulai sore, dia tidak punya tempat untuk berteduh selain rumah. Alhasil, dengan segala keraguan, Moza melanjutkan langkahnya dan berjalan menuju rumahnya. Matanya melihat rumahnya tampak sepi. Pintunya tertutup. Dia dengan ragu mengetuknya. "Ma, Van?" Belum ada jawaban, Moza kembali mengetuk pintunya. Hingga setelah sepuluh menit dia menunggu dan memanggil suami serta mertuanya, barulah terdengar sahutan dari dalam. Pintu pun kemudian terbuka dan memperlihatkan sosok Hellen di sana. Mertuanya tampak memasang ekspresi jengkel,

