"Zenith!" Darren berteriak. Dia berlari mengejar ke arah Zenith yang pergi bersama Catherine. Dia menyerahkan satu orang lagi yang belum dilumpuhkan pada Gio. Tentu saja, Darren tidak dapat menahan rasa takutnya jika Zenith sampai melukai Moza. Dia langsung menendang keras pintu di depannya, tempat ibu tiriya menghilang. Dua dan tiga kali percobaan, akhirnya bisa dia dobrak. Akan tetapi, di sana justru Darren malah menemukan halaman belakang. Pagar tembok yang cukup rendah mengelilingi rumah, membuatnya bisa melihat betapa gelap daerah yang ada di baliknya. Pohon-pohon besar juga tumbuh mengelilingi tembok. Mustahil jika Zenith pergi begitu saja ke sana. Matanya mulai mengedarkan pandangan dan Darren melihat sebuah pintu yang ada di ujung belakang rumah. Seperti ada ruangan yang menyatu

