"Kamu milikku, Moza. Jika kamu tidak mau menjadi milikku, kamu harus rasakan akibatnya." Moza menggeleng saat melihat seringai licik di bibir Vano. Dia panik ketika menyadari dirinya ada di sebuah ranjang dalam kondisi tangan serta kaki terikat. Dua orang pria bertopeng dengan tubuh telanjang, tampak mendekat dan memamerkan tubuh mereka. Tangan-tangan liar itu mulai menggerayangi tubuhnya yang hanya berbalut kain tipis. Moza panik, dia menatap Vano dan meminta tolong. Akan tetapi, tidak ada yang keluar dari mulutnya. Dia mendadak bisu. Mantan suaminya itu tertawa puas dan tidak peduli akan jeritannya. Moza hanya dapat memberontak dengan air mata yang mengalir. Dia takut. Dia sangat takut. Matanya hanya dapat terpejam dan terus memberi perlawanan keras. Dia jijik. Moza jijik dan muak mend

