Sore hari adalah waktu yang pas untuk Moza menyiram tanaman. Bunga yang dulu hanya bibit, kini telah tumbuh. Mekar dan menghiasai halaman belakang. Senyum puas terbentuk di bibirnya. Dia berhasil merawatnya dengan baik. Rutinitas yang selalu dia lakukan sambil menunggu suaminya pulang. Moza berpindah dari satu tanaman ke tanaman lain. Dia bersenandung sambil sesekali mendesah kasar saat pinggangnya terasa sakit. Tangannya mengusap peluh di kening dengan pelan. Merasa lelah, Moza memilih untuk duduk di salah satu bangku. Namun saat dia sedang beristirahat, telinganya mendengar suara benda jatuh yang berada tak jauh di sekitarnya. Matanya lantas beralih ke sumber suara. Itu berasal dari halaman samping. Dengan penasaran, dia bangkit dan mendekat. Entah mengapa, dia memasang mode siaga. S

