Semua kembali seperti biasa. Setelah tiga hari berkabung dan merenungi penyesalannya, Darren akhirnya kembali bekerja. Mengurus pekerjaan yang kacau karena Leon tidak bisa bekerja dengan baik selama ini. Banyak hal yang harus Darren perbaiki dan keluhan dari bawahannya. Itu semakin membuatnya sibuk. Waktunya untuk bersama Moza menjadi jauh lebih sedikit saat ini. Tok-tok-tok. "Masuk," ucap Darren tanpa menoleh. Dia mendengar suara pintu terbuka dan langkah sepatu yang mendekat. Kepalanya mulai terangkat perlahan. Matanya mendapati wanita yang merupakan sekretaris Leon, kini ada di depannya. Kaki jenjang dan rok yang sangat pendek serta pakaian yang terlalu ketat, adalah hal yang pertama kali dilihatnya. Bagian-bagian tubuh yang tak seharusnya terlihat, kini tampak terpampang nyata di de

