Jangan Dipaksakan

1068 Words

"Kenapa kau masih di sini?" "Aku menemanimu, Darren." Moza diam dan menatap Darren dari tempat duduknya. Dia kembali setelah Catherine pergi. Moza tahu, dirinya terlalu pengecut dan tidak siap jika harus melihat suaminya berbincang mesra dengan wanita lain. Dia menelan semua rasa kesalnya kuat-kuat. Mengingatkan pikirannya kalau Darren memang sedang sakit. Dia juga tidak mau tahu apa yang keduanya lakukan atau apa yang mereka bicarakan. "Tidak perlu. Pergilah, aku baik-baik saja." "Tidak. Kau tidak baik-baik saja. Aku tidak bisa meninggalkanmu. Tidak akan pernah. Aku sudah berjanji untuk selalu menjagamu." Moza tersenyum pahit mengingat janji yang dibuatnya itu. Dia tidak akan pernah meninggalkan Darren apa pun keadaannya. Begitu pun sekarang. "Kaubilang kau istriku 'kan?" tanya Da

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD