"Moza? Kita bertemu lagi. Sangat kebetulan." Moza tidak menjawab perkataan itu dan sontak mundur ke belakang kursi roda milik Darren. Dia mengeratkan cengkeraman tangannya di kedua sisi kursi roda. Pandangannya sangat menusuk. Moza tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi hari ini. Kenapa semuanya begini? Bagaimana bisa lelaki itu bersama dengan Zenith? "Oh, apa kalian saling mengenal?" Zenith melebarkan matanya dan menatap Moza serta lelaki yang dia bawa bergantian. Ada tatapan tak percaya terlihat di wajahnya. "Apa-apan ini, Tante?" Darren yang tahu siapa lelaki di samping wanita itu, tidak dapat menyembunyikan rasa jengkelnya. Dia mengeraskan rahangnya dan menatap sosok tak lain adalah Vano dengan sorot menusuk. "Kenapa, Darren? Dia adalah sopir baru Mama sekarang. Dia yang tadi mala

