Baik atau Buruk

1159 Words

"Kau sudah hamil?" Pertanyaan yang tiba-tiba terlontar dari mulut Gio, seketika mengalihkan perhatian Moza yang tadi terus menatap televisi. Dia menoleh dengan tatapan bingung saat Gio mendatanginya dan duduk di sampingnya. Lelak itu juga mengambil makanan yang ada di tangannya. "Belum, kenapa?" "Kau harus lebih giat melakukannya. Rayu Tuan setiap hari," ucap Gio dengan enteng. Dia mengunyah makanannya tanpa menoleh ke arah Moza. Tentu saja perkataannya itu dibalas pukulan keras oleh wanita itu. "Kaupikir aku ini robot, yang tidak pernah lelah? Aku juga sedang berusaha," decak Moza. Dia juga ingin punya anak yang dapat mewarnai hidupnya. Gio mengangguk percaya. "Apakah menikah itu enak?" Moza mengangkat alisnya mendengar pertanyaan Gio. Lelaki itu menatap penasaran ke arahnya. "Maksud

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD