Firasat Buruk

1258 Words

Darren turun dari mobilnya dan melangkah masuk ke dalam toko kue langganan istrinya. Dia membuang napas dan tersenyum membayangkan Moza akan sangat senang. Kedatangannya langsung disambut ramah oleh pelayan toko. Senyum hangat menyambutnya. "Selamat datang, Tuan. Ada yang bisa kami bantu?" Darren mengalihkan pandangannya ke sekeliling toko. Dia melihat tempat itu tidak terlalu ramai. Hanya ada sekitar dua orang. "Aku ingin muffin dan brownies, tolong cheesecake juga." "Baik, mohon ditunggu pesanannya." Pelayan itu segera menyiapkan pesanannya dan Darren melirik ke arah etalase makanan. Ada begitu banyak jenis kue di sana. Moza selalu menyukai dan memakan semuanya. Dia tidak sabar untuk segera pulang dan memberikannya langsung. Hingga saat Darren tengah fokus menatap kue-kue itu, pintu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD